Di alam, bijih tembaga umumnya mengandung campuran tembaga sulfida dan tembaga oksida. Konsentrator biasanya menggunakan flotasi untuk meningkatkan kadar bijih sehingga dapat melebur tembaga murni nantinya.
Mineral tembaga oksida utama yang umum adalah
- Malachite (CuCO3-Cu(OH)2, mengandung tembaga 57,4%, densitas 4g/cm3, kekerasan 4).
- Azurite (azurite, 2CUCO3.Cu(OH)2, mengandung Tembaga 55.2%, densitas 4g/cm3, kekerasan 4).
- hrysocolla (CuSi03-2H20, tembaga 36.2%, densitas 2 ~ 2.2g/cm3, kekerasan 2 ~ 4).
- Cuprite (CU20, tembaga 88,8%, densitas 5,8~6,2 g/cm3, kekerasan 3,5~4).
Flotasi adalah metode pemisahan utama bijih tembaga oksida modern. Metode ini dapat dibagi menjadi flotasi langsung dan flotasi sulfida sesuai dengan sifat-sifat yang berbeda dari bijih tembaga oksida. Bijih tembaga sulfida terutama meliputi bijih tembaga sulfida tunggal dan polimetalik. Proses flotasi bijih tembaga sulfida tunggal umumnya sederhana, dan proses flotasi bijih tembaga sulfida polimetalik lebih rumit. Berbagai macam peralatan pertambangan digunakan dalam proses flotasi bijih tembaga. Di bawah ini kami memperkenalkan Anda pada peralatan terkemuka yang digunakan di dalamnya.








